Sekilas tentang Mochtar Pabottingi:
Peneliti Senior LIPI
Pada peringatan Hari Konstitusi di Gedung MPR/DPR, Presiden SBY melontarkan suatu wacana yang mengundang tanda tanya.
Pada peringatan Hari Konstitusi di Gedung MPR/DPR, Presiden SBY melontarkan suatu wacana yang mengundang tanda tanya.
Dia menegaskan ”akan mengakhiri masa jabatannya
sebagai presiden pada akhir periode kedua dan tidak akan memperpanjang masa
kepemimpinannya dengan mengubah konstitusi” (Kompas, 19/8). Weleh! Weleh!
Pernyataan ini seperti mendadak turun dari langit. Nalarnya lemah, terasa
dicari-cari, dan karena itu langsung mengguratkan kernyit di kening.
Dalam wacana publik sepanjang pemerintahannya tak
pernah terbetik adanya kekhawatiran mendasar bahwa Presiden SBY akan mengubah
konstitusi untuk kembali berkuasa hingga 2019. Kita dapat memahami jika imbauan
untuk mempertahankannya satu periode lagi datang dari Ruhut Sitompul—dan
tampaknya memang hanya dia yang bisa melontarkan imbauan demikian.

