By : Reinals Kasali
Menurut UK Tea Council, dunia saat ini
sedang gemar-gemarnya minum teh. Menurut catatan Prawoto Indarto dari Indonesia
Teh Lover’s, setiap hari penduduk dunia menyeruput 3,5 miliar cangkir teh. Dan
menurut Prof Dede Kusmana,dokter yang meneliti dampak konsumsi teh hitam asli Indonesia jauh lebih bagus daripada wine
Prancis, atau teh hijau China
untuk mencegah penyakit jantung.
Pesona Wolio-Pulau Buton
Tampilkan postingan dengan label 7. Opini-Umum. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label 7. Opini-Umum. Tampilkan semua postingan
Minggu, 14 April 2013
Kamis, 24 Januari 2013
Pemerintah Harus Serius Membangun Kebudayaan
Salah satu
kegagalan Orde Baru (ORBA) dalam mengwujudkan cita-cita pembangunan manusia Indonesia
seutuhnya adalah karena mengabaikan pembangunan kebudayaan. Penafian kebudayaan
dalam pembangunan selama puluhan tahun di negeri ini telah menimbulkan berbagai
persoalan kemanusiaan pada diri bangsa Indonesia.
Senin, 21 Januari 2013
Masyarakat Madani - Pengertian & Karakteristik
Masyarakat madani merupakan istilah yang dipakai untuk
mengkonseptualisasikan sebuah masyarakat ideal yang dicita-citakan. Istilah itu
diterjemahkan dari bahasa Arab “Mujtama’ madani” yang diperkenalkan kali
pertama oleh Naquib al-Attas, guru besar sejarah dan peradaban Islam yang juga
filosof kontemporer dari Malaysia (“Masyarakat Madani…”), serta pendiri sebuah
lembaga yang bernama Institute for Islamic Thought and Civilisation (ISTAC) yang
disponsori oleh Anwar Ibrahim.
Sabtu, 03 November 2012
Perang Ginseng
|
Kalau Anda mengenal watak orang Korea dan Amerika, mungkin
Anda akan sepakat dengan saya, Samsung tak akan menyerah ditekan Apple.
Pekan lalu Samsung didenda USD1 miliar atas tudingan telah mengambil tanpa hak
beberapa elemen kekayaan intelektual Apple (yang tak diakui Samsung) dan minggu
ini Apple meminta pengadilan melakukan injunction agar melarang |
Senin, 30 Juli 2012
Neoliberalisme
Oleh Ari Yurino
Mengintip Pemikiran Bung Karno Membangun Landmark di Indonesia (Part2)
Edhi
Sunarso, pembuat Patung Selamat Datang di Bundaran HI, Patung
Dirgantara dan Patung Pembebasan Irian Barat Lapangan Banteng dalam Tempo Interaktif mengisahkan.
Suatu hari pada 1959 Pemimpin Besar Revolusi Soekarno memanggil tiga
seniman tersohor: Trubus, Edhi Sunarso, dan Henk Ngantung, yang juga
menjabat Gubernur DKI Jakarta. “Saya mau membuat Monumen Selamat Datang
untuk menyambut olahragawan Asian Games. Ayo, kau skets. Mengintip Pemikiran Bung Karno Membangun Landmark di Indonesia (Part1)
Sabtu, 14 Juli 2012
Faktor Pemicu Kecerdasan Anak Menurun
Selain faktor genetik, kesehatan anak amat identik dengan kecerdasan dan prestasi belajar di sekolah. Pasalnya anak yang mengalami masalah kesehatan akan memicu
permasalahan daya tangkap pada proses belajar dan seringnya tidak masuk
sekolah (absen), sehingga terjadi penurunan prestasi akademik.
Lantas faktor apa sajakah yang mempengaruhi tingkat kecerdasan dan prestasi belajar anak menurun? Simak ulasan berikut.
Kamis, 12 Juli 2012
Peta Jalan Kebangkitan Indonesia
Pada
langkah selama dasawarsa pertama kita memasuki gerbang abad ke 21 ini
(saat kita semua menjelang peringatan 100 Tahun Keangkitan Nasional),
setidaknya seseorang berdiri dengan cemas. Tentu saja dia tidak hanya
cemas, karena bagaimanapun dia juga sesekali bersuka cita karena ada
saat-saat di mana janji emajuan dan kesejahteraan rakyat terus menerus
diupayakan. Dan seseorang itu adalah bisa saya dan juga bisa anda.
Saya akan mulai dengan mengajukan alasan mengapa saya (dan saya harap pembaca semua) perlu cemas.
Rabu, 20 Juni 2012
Reformasi Tanpa Ideologi
Dalam pengertiannya yang populer, ideologi adalah sebuah
doktrin, cita-cita ataupun kepercayaan yang dijadikan acuan dan pedoman
bagi sebuah gerakan sosial untuk mewujudkan cetak biru masyarakat yang
diidealkan. Sebuah gerakan ideologis akan sukses jika mampu
membangkitkan militansi pendukungnya karena tertarik akan cita-cita
sosial yang ditawarkan, sehingga muncul kohesi dan militansi para
pendukungnya. Gerakan ideologis biasanya memerlukan “musuh bersama” yang
mengikat anak bangsa, sehingga staminanya bertahan lama. Perseteruan
Barat dan Timur, misalnya, saat ini tak lagi militan karena ideologi
kapitalisme dan sosialisme kian membaur.Selasa, 12 Juni 2012
Kamis, 07 Juni 2012
Perjalanan Indonesia dan Korea Selatan
Dimulai dengan
selera saya akan drama seri mengacu pada produk KorSel, dilanjutkan dengan
kenyataan saya bekerja di perusahaan milik seorang warga negara KorSel sehingga
seakan membangun apa yang saya lihat di layar kaca menjadi di depan mata,
dilanjutkan dengan kenyataan banyak sekali arsitektur modern yang begitu indah
dibangun di KorSel sehingga begitu menarik perhatian saya, membuat saya begitu
begitu begitu tertarik dengan KorSel — kecuali yang berhubungan dengan operasi
plastik dan boyband. Tulisan di bawah ini adalah gambaran perbandingan
pembangunan di KorSel dan Indonesia.
Saya copas dari blog seorang teman, sedangkan dia juga copas dari teman lainnya
:p
Minggu, 03 Juni 2012
Belajar dari Korea Selatan (3) : Dari Negara Miskin Menjadi Negara Maju
Tahun 1950,
KOREA SELATAN adalah salahsatu negara termiskin di dunia. Sama
miskinnya dengan negara-negara termiskin di Afrika dan Asia. Ekonominya
hanya bersandar pada pertanian, belum lagi sempat hancur gara-gara
pendudukan Jepang dan Perang Korea.
Dalam
4 dekade, Korea Selatan berubah cepat dari negara termiskin,
menjadi salahsatu Negara paling kaya dan tercanggih di dunia dengan
nilai ekonomi Trilyunan dollar.
Tahun 1963, GDP perkapitanya cuma $100. Tahun 1995 sudah $10.000. 2007, $25.000. Goldman Sachs meramalkan Korea tahun 2050 nanti akan jadi negara terkaya nomor 2 di dunia, mengalahkan semua bangsa lainnya kecuali Amerika dengan pendapatan perkapita $81.000. Korea, juga tercatat sebagai bangsa dengan kecepatan pertumbuhan ekonomi tercepat sepanjang sejarah.
![]() |
| Situasi & kondisi Korea Selatan di tahun 1950 |
Tahun 1963, GDP perkapitanya cuma $100. Tahun 1995 sudah $10.000. 2007, $25.000. Goldman Sachs meramalkan Korea tahun 2050 nanti akan jadi negara terkaya nomor 2 di dunia, mengalahkan semua bangsa lainnya kecuali Amerika dengan pendapatan perkapita $81.000. Korea, juga tercatat sebagai bangsa dengan kecepatan pertumbuhan ekonomi tercepat sepanjang sejarah.
Belajar dari Korea Selatan (2) : Tahun 1950, Ia Negara Termiskin, Kini Jadi Salah 1 Negara Termaju di Dunia
Pada tahun 1950, KOREA SELATAN adalah salah satu negara termiskin di
dunia. Sejajar dengan negara-negara termiskin di Afrika dan Asia.
Ekonominya hanya bersandar pada pertanian, dan penderitaan dari
kehancuran akibat invasi Jepang dan Perang Sipil Korea.
Dalam 4 dekade, Korea Selatan berubah cepat dari negara termiskin,
menjadi salah satu Negara paling kaya dan canggih di dunia dengan nilai
ekonomi Trilyunan dollar. Tahun 1963, GDP perkapitanya cuma $100. Namun
ditahun 1995 sudah $10.000. kemudian melonjak ditahun 2007 hingga
$25.000.
Rabu, 30 Mei 2012
Professor Korea Melecut Semangat Bangsa Indonesia
Dibawah ini adalah tulisan
selengkapnya yang saya cuplik dari KOMPAS beserta ulasan saya (warna biru) :
Minggu, 20 Mei 2012
Kecerdasan yang Terabaikan
Oleh :Radar Panca Dahana, Budayawan
Ketika muncul sebuah berita di sebuah harian ternama, tentang seorang anak 13 tahun yang seminggu tidak pulang, dan akhirnya diketahui sepanjang seminggu itu ia habiskan waktunya, tidur, makan, dan cari uang di dalam sebuah warung internet, semestinya kita segera menyadari, bukan saja ada sesuatu yang tidak beres, tapi juga telah munculnya ancaman tidak remeh yang sedang kita, bahkan sebagai sebuah bangsa, sedang hadapi.
Ketika muncul sebuah berita di sebuah harian ternama, tentang seorang anak 13 tahun yang seminggu tidak pulang, dan akhirnya diketahui sepanjang seminggu itu ia habiskan waktunya, tidur, makan, dan cari uang di dalam sebuah warung internet, semestinya kita segera menyadari, bukan saja ada sesuatu yang tidak beres, tapi juga telah munculnya ancaman tidak remeh yang sedang kita, bahkan sebagai sebuah bangsa, sedang hadapi.
Sabtu, 19 Mei 2012
Membentuk Karakter Melahirkan Insan Bermartabat
Belakangan menyeruak secara nasional pembahasan tentang “karaktek bangsa”. Kementerian Pendidikan Nasional menempatkan tema ini sebagai tema sentral dalam setiap pembahasan pendidikan. Kegiatan tahunan Kementeriaan Pendidikan Nasional dalam acara Rembuk Nasional Pendidikan yang dilaksanakan di Sawangan pada tanggal 15 – 18 Maret 2011 lalu juga menempatkan tema ini sebagai pokok pembahasan utama yang disampaikan oleh Menteri Pendidikan Nasional (Prof. Dr. Muhammad Nuh, DEA). Saya pikir
Kamis, 17 Mei 2012
POSITION POWER vs PERSONAL POWER
Topic diatas cukup menarik, sedikitnya utk mengingatkan kita tentang
pemahaman Position Power vs Personal Power dalam dinamika kekuasaan
& kepemimpinan yg banyak kita jumpai sekarang ini.
Karakter sang penguasa saat ini sering melupakan factor kebenaran
kejujuran yg esensial untuk mendekatkan diri serta mendapatkan respek
yg murni dr rakyatnya. mereka menganggap dengan position power yg
dimilikinya semuanya akan dapat dijadikan acuan untuk bisa
mempengaruhi dan mengontrol segalanya.
Pemimpin, penguasa, raja maupun kaisar juga manusia. Ada suatu kalimat bijak yg mengatakan bahwa : “Seni berinteraksi dengan orang lain bukan terletak pada kemampuan untuk mengontrol, tetapi pada kemampuan untuk menyesuaikan.”
Refleksi Kritis Mochtar Pabottingi dan Respon Julian Aldrin Pasha
Sekilas tentang Mochtar Pabottingi:
Peneliti Senior LIPI
Pada peringatan Hari Konstitusi di Gedung MPR/DPR, Presiden SBY melontarkan suatu wacana yang mengundang tanda tanya.
Pada peringatan Hari Konstitusi di Gedung MPR/DPR, Presiden SBY melontarkan suatu wacana yang mengundang tanda tanya.
Dia menegaskan ”akan mengakhiri masa jabatannya
sebagai presiden pada akhir periode kedua dan tidak akan memperpanjang masa
kepemimpinannya dengan mengubah konstitusi” (Kompas, 19/8). Weleh! Weleh!
Pernyataan ini seperti mendadak turun dari langit. Nalarnya lemah, terasa
dicari-cari, dan karena itu langsung mengguratkan kernyit di kening.
Dalam wacana publik sepanjang pemerintahannya tak
pernah terbetik adanya kekhawatiran mendasar bahwa Presiden SBY akan mengubah
konstitusi untuk kembali berkuasa hingga 2019. Kita dapat memahami jika imbauan
untuk mempertahankannya satu periode lagi datang dari Ruhut Sitompul—dan
tampaknya memang hanya dia yang bisa melontarkan imbauan demikian.
Minggu, 13 Mei 2012
Model Pemikiran Fadel Dalam Membangun Daerah
Mengelola sektor pemerintahan tidak jauh berbeda dengan mengelola
perusahaan. Jika yang menjadi tujuan dari sektor swasta adalah kelangsungan
hidup perusahaan dan kemampuan berlaba yang lestari, sebenarnya sektor publik
tidak jauh berbeda. Tujuan sektor publik adalah upaya untuk meningkatkan
kesejahteraan masyarakat dan kepercayaan masyarakat kepada pemerintah.
Kesejahteraan itu tercapai apabila pelaksanaan program pembangunan berdampak
positif bagi masyarakat.
Ketika nama Fadel Muhammad
mengemuka sebagai Menteri Kelautsan dan Perikanan, kami teringat
kepada buku karya beliau yang berjudul : “Reinventing Local Government,
Pengalaman dari Daerah”. Buku tersebut memaparkan berbagai
terobosan yang beliau lakukan ketika memimpin Provinsi Gorontalo, hingga
Gorontalo berhasil mensejajarkan diri dengan provinsi lainnya yang telah jauh
lebih dahulu berdiri.
Langganan:
Postingan (Atom)













