Pesona Wolio-Pulau Buton

Tampilkan postingan dengan label 8. KAIZEN-Lean Management. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label 8. KAIZEN-Lean Management. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 22 Desember 2012

Metode 5S, Merubah Pola Pikir Kerja Melalui Peningkatkan Produktivitas dan Disiplin Karyawan di Tempat Kerja


By : Wolio-Shopfloor Management & Genba Kaizen Specialist.
Sejalan dengan semakin populernya konsep 5S yang diterapkan pada berbagai bidang organisasi dibidang industri, perbankan, kantor pelayanan jasa  maupun instansi pemerintahanan di seluruh dunia tidak terkecuali di Indonesia, telah menjadikan konsep sederhana ala Jepang tersebut menjadi titik tumpuan awal dalam strategi dan usaha melakukan perbaikan dibidang pengelolaan management organisasi untuk lebih baik.
Disamping sebagai program yang subtansial berwujud tindakan bersih-bersih untuk menciptakan lingkungan kerja yang menyenangkan, sistimatis dan efektif juga metode ini berpotensi dalam meningkatkan produktifitas dan disiplin karyawan ditempat kerja. 

Jumat, 21 Desember 2012

Jokowi dan Gaya Kepemimpinan Genchi Genbutsu


Oleh : Hasmina Syarif

Siapa yang tidak kenal Jokowi, gebrakan orang nomor satu di DKI yang ingin mewujudkan "Jakarta Baru" sebagai kota modern yang memiliki prasyarat berkebudayaan kian hari kian populer dimata rakyat.  Beberapa media utama di Asia dan Barat banyak memberikan aplaus terhadap terobosan yang dilakukannya sejak awal-awal kepemimpinannya.

Gaya kepimimpinan Jokowi sebagai sosok yang fenomenal merupakan sesuatu yang baru di jajaran pemerintahan bahkan dimata seluruh bangsa Indonesia., pasalnya negeri kita jarang menemukan pemimpin yang sederhana,bersahaja, merakyat dengan bahasa yang mudah dicerna, terkenal jujur dan anti korupsi.

Sabtu, 24 November 2012

Kaizen, Rahasia Keunggulan Manajemen Jepang Berbasis Nilai Leluhur


By :  Hasmina Syarif  

Dunia berjalan dalam suatu proses transisi dari persaingan lokal menuju persaingan global yang kian ketat dan membutuhkan karakteristik unik multinasionalitas agar dapat bertahan didalamnya karena globalisasi selalu berujung pada kompetisi yang ketat dan terkadang diselimuti ketidakpastian.

Keunggulan manajemen Jepang yang berkarakter “cost-saving” dan "hi-quality" dalam menghadapi persaingan global tidak lebih karena penerapan manajemen yang baik yang diperoleh melalui kerja keras,

Sabtu, 03 November 2012

Perang Ginseng


Kalau Anda mengenal watak orang Korea dan Amerika, mungkin Anda akan sepakat dengan saya, Samsung tak akan menyerah ditekan Apple.

Pekan lalu Samsung didenda USD1 miliar atas tudingan telah mengambil tanpa hak beberapa elemen kekayaan intelektual Apple (yang tak diakui Samsung) dan minggu ini Apple meminta pengadilan melakukan injunction agar melarang

Jumat, 27 Juli 2012

Konsep Genba Manajemen

Dalam bahasa Jepang, gemba berarti tempat yang sebenarnya, tempat dimana kejadian terjadi. Orang Jepang menggunakan istilah gemba di dalam percakapan sehari – hari. Saat gempa bumi mengguncang Kobe di bulan januari 1995, reporter TV yang meliput berita di tempat tersebut mengatakan bahwa mereka “ melaporkan dari gemba “, tampak di latar belakang rumah – rumah yang terbakar atau jalan layang yang runtuh. Dalam bisnis, kegiatan bernilai tambah yang memenuhi harapan dan memuaskan konsumen terjadi di gemba. 

Minggu, 03 Juni 2012

Toyota, TQM, dan Revolusi Budaya


“Moving You Forward“
Kenal kan dengan logo di samping? Ya, Toyota adalah salah satu global brand buatan Jepang. Sebuah merek yang merupakan perwujudan dari semangat dan kualitas Jepang. Sebuah merek yang memutar balikkan keadaan dari Jepang yang diporak-porandakan Amerika di Perang Dunia II menjadi Jepang yang membuat perusahaan-perusahaan otomobil Amerika hampir gulung mesin.

Rabu, 16 Mei 2012

Kaizen Konsep : Kunci Kesuksesan Perusahaan Jepang Dalam Memenangkan Kompetisi

Istilah Kaizen atau perbaikan yang berkesinambungan kerap kali digunakan sebagai salah satu strategi perbaikan dalam manajemen kualitas dan alternative management yang selama ini didominasi oleh Negara barat dan Amerika, namun dalam perkembangannya system manajemen ini mendapat perhatian para analis manajemen setelah melihat perkembangan yang pesat ekonomi jepang yang kerap kali merepotkan hegemoni amerika dalam percaturan ekonomi global.

Minggu, 06 Mei 2012

Intuisi yang keliru...?

Tidak adanya penjelasan rasional merupakan kekuatan utama dan sekaligus kelemahan utama intuisi. Bagaimana mengeliminir kelemahan tersebut?
Intuisi jelas merupakan alat berpikir yang hebat. Tetapi nyatanya intuisi dapat juga digunakan secara tidak tepat. Hal ini terjadi dengan Lee Lacocca saat dia mengalami masa sulit ketika berhubungan dengan Henry Ford II, seorang pemimpin dengan karakter yang sulit diprediksi.

Sebagai Presiden dari Ford Motor Company, Lacocca telah memperoleh reputasi sebagai salah satu eksekutif terhebat di industri otomotif. Di bawah kepemimpinannya, Ford mencapai keuntungan sebesar $3,5 miliar selama dua tahun terakhir, sebuah jumlah yang sangat besar pada saat itu. Selama hampir 3 tahun Lacocca sudah merasa curiga bahwa Henry Ford ingin memecatnya. Tetapi Lacocca secara intuitif yakin Dewan Direksi tidak akan membiarkan Ford menyia-nyiakan dirinya yang merupakan salah satu dari asset perusahaan yang paling berharga. Untuk sekali ini, tetapi, intuisi Lacocca yang biasanya berfungsi dengan sempurna ternyata salah.
Blog Toudhani -Wolio Molagi© All Rights Reserved
Hasmina Syarif