Pada
langkah selama dasawarsa pertama kita memasuki gerbang abad ke 21 ini
(saat kita semua menjelang peringatan 100 Tahun Keangkitan Nasional),
setidaknya seseorang berdiri dengan cemas. Tentu saja dia tidak hanya
cemas, karena bagaimanapun dia juga sesekali bersuka cita karena ada
saat-saat di mana janji emajuan dan kesejahteraan rakyat terus menerus
diupayakan. Dan seseorang itu adalah bisa saya dan juga bisa anda.
Saya akan mulai dengan mengajukan alasan mengapa saya (dan saya harap pembaca semua) perlu cemas.






